Senin, 24 Agustus 2020

Memetik Motivasi Kemiskinan dari Seekor Lalat

 

Pelajaran motivasi selanjutnya muncul dari seekor lalat. Khusunya bagi kamu yan minder dari kemiskinan, dan ingin merubah menjadi lebih baik. Seekor lalat ini bisa kamu jadikan revleksi, sebuah pelajaran besa untuk memulai merubah kondisi hidupnmu menjadi lebih baik. Sebelum saya melanjutkan tulisan ini ada baiknya kita baca kisah berikut ini.

Bermula dari seorang anak yang suatu sore membuang sampah di bak sampah yang ada di sebrang jalan. Setelah membuang sampah, Anak itu lupa menutup tempat sampahnya seperti semula, sehingga lalat yang biasa mengrubungi sampah itu keluar dari bak sampah dan pergi menuju rumah warga terdekat. Di dalam rumah itu sang lalat kemudian mengincar makanan pemilik rumah untuk dikerubungi.

“Aku bosan dengan bak sampah, kini saatnya aku memakan makanan itu” kata si Lalat sambil terbang menuju makanan milik pemilik rumah.

Selesai memakan, kemudian ia keluar meninggalkan rumah. Ia keluar melalui sebuah jendela. Dengan yakinnya ia ingin melewati jendela itu. Tidak tau ternyata itu adalah sebuah kaca bening. Hingga akhirnya sang lalat pun kebingungan mencari jalan keluar. Ia menyusuri kaca itu, sampai-sampai ia merasa kelelahan. Hingga akhirnya lalat pun jatuh terkapar.

Di waktu yang sama kemudian datang segerombolan semut merah. Melihat ada lalat yang terkapar lantas gerombolan semut itu mengigitnya sampai mati. Setelah itu mereka membopongnya bersama-sama untuk dijadikan makanan bersama.

Namun sesampainya di rumah, salah satu semut muda menanyakan sesuatu.

“Dari mana kau bisa mendapatkan lalat ini” tanyannya kepada rombongan pemanggul lalat itu.

“Dia tadi terkapar, dan aku bawa ke sini untuk dijadikan makan malam nanti” jawab salah satu dari germbolan yang membawa lalat itu.

“Bentar-bentar, apa yang membuat lalat itu terkapda?” tanya semut muda kepada gerombolan dengan rasa penasaran.

“Ia kelelaha mencari jalan kelur di kaca jendela” Jawabnya kemudian lanjut membawa lalat itu ke dalam.

“Apa dia tidak tau di mana jalan keluarnya?, bukannya lalat itu adalah hewan yang tidak mengenal lelah? Kenapa ia sampai seperti itu?” lanjutnya menanyakan kepada para pemanggul lalat itu. Mendengar pertanyaan itu ketua dari gerombolan pembawa lalat itu memerintahkan yang lain untuk berhenti sejenak dan menjawab pertanyaan itu. Kali ini ia menjawabnya dengan sangat serius.

“Asal kamu tau anak muda, sesemangat apapun jika kamu melakukan hal yang sama, dengan cara yang sama, tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Maka bermimpilah. Sebab nasibmu akan seperti lalat ini” tegas ketua rombongan itu yang membuat semut muda itu terdiam.

Bagi kamu yang ingin merubah hidup menjadi lebih baik. Barngkali perkataan ketua rombogan semut yang terakhir di atas dapat dijadikan sebuah pelajaran yang sangat berharga. “Jangan lakukan hal yang sama, cara yang sama jika kamu megiginkan hasil yang berbeda”.

Jika boleh dijabarkan pesan terakhir itu mengintruksikan bahwa jika kamu ingin berubah maka lakukanlah hal yang berbeda. Berbeda ini adalah wujud kreativitas, yakni menguah sesuatu yang sudah umum menjadi baru dan memiliki nilai yang lebih.

Jika kamu ingin memperbaikai keiadaan keterbatasn ekonomi, maka jangan hanya merenungi keterbatasanmu. Alangkah baiknya merenungi sekaligus melakukan gerak berbeda untuk mengubah menjadi yang lebih baik. Sebab jika hanya merenungkan saja, tanpa dibarengi sebuah usaha perubahan maka akan diam di tempat dengan bayang-bayang renungan dan berakhir terkapar sperti lalat dalam cerita di atas.

Kemudian, kamu ingin menjadi pengusaha, namu kamu terlahir dari anak yang tidak memiliki apa-apa. Untuk itu gerak ktearivitas juga bisa ditempuh. Sehingga tidak membiarkan kamu hanya diam di tempat dan merenugi keadaan. Situasi ini bisa diatasi, misal dengan menjulakan barang orang lain. Dan hasilnya ditabung sebagai modal awal, dengan mengawali usaha kecil-kecilan.

Untuk tiulah bagi kamu yang merasa miskin dan minder atas keberadaan itu. Akan lebih baik jika kamu memaknai cerita di atas. Minder bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan kemiskinanmu. Justru akan semakin membuatmu terjerebab pada situasi dan pada akhirnya kamu tidak bisa berkutik atas keberadaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar